Minggu, 30 Juni 2013

data 5 org sukses



NAMA
ALAMAT
JENIS KELAMIN
UMUR
PEKERJAAN
BP.Malikul
jl.fatimah rt4/14
laki-laki
50
pengusaha photo copy
Solihin
jl.fatimah rt4/14
laki-laki
49
pengusaha toko kelontong
.       Bp.Boy
jl.fatimah rt4/14
laki-laki
45
pengusaha percetakan
bu.umi
jl.fatimah rt4/14
perempuan
43
bisnis plastic ware
sriyanto
jl.fatimah rt4/14
laki-laki
49
pegawai pajak

  

uraian


                                                  Sumiwiludjeng  Pemilik Brownies Amanda

1.Kapan kasus memulai usahanya? Dimana? Apakah dengan usaha yang sama dengan yang sekarang?

     Pada tahun 1999,resep aslinya baru diterima Sumi dari Yogyakarta,dan itu asli resep bolu kukus,resep inilah yang kemudian dikembangkan dan disempurnakan menjadi produk andalan brownies kukus ,pada tahun 2000 keluarga Sumi memutuskan untuk membuka usaha brownies kukus dengan menggunakan merek Amanda .awal usaha berada dibandung.sebelum brownies amanda CV amanda memiliki seperti potong rambut,kantin.

2. Apakah dia mengembangkan usahanya sebagai usaha mandiri?
    ya karena usaha ini dikelola oleh keluarga

3. Sumber modal awalnya adalah dana sendiri atau dari luar? Berapakah jumlahnya?
    Tidak diketahui berapa modalnya ,yang pasti pada awal usaha brownies dijual rp.1000 per potong
4. Dimana di pada saat awal memasarkan produknya?
   Langkah Awal memasarkan brownies kukus Amanda ternyata tidak semulus yang dibayangkan Sumi beserta anak dan mantunya, kios usaha yang dibuka di komplek pertokoan Metro Bandung harus tergusur setelah pertokoan tersebut terbakar. Hingga akhirnya mereka memindah usaha kue tersebut dengan menyewa tempat di kawasan Jl. Tata Surya Bandung.

5. Apakah dengan menjual produk yg sama?
   Ya Sumi tetap terus mengembangkan usahanya dengan produk yang sama

6. Siapa pemilik usaha tersebut dari sejak awal hingga sekarang?
   Dimiliki oleh Sumiwiludjeng dibantu oleh anaknya Joko Ervianto


7. Apa bentuk kepemilikannya?
    Amanda berbentuk CV

8. Berapa tenaga kerja yg dipekerjakan dari awal hingga saat ini?
    Awalnya enam orang karyawan  dan sekarang 470 orang di 19 outlet seluruh Indonesia

9. Apakah ada orang yg ditunjuk sebagai ketua atau koordinator dalam kegiatan usaha? Bagaimana cara penunjukan ketua/koordinator tersebut?
     Tidak,sekarang amanda dikelola oleh anak sumiwiludjeng yang bernama Joko Ervianto sebagai         direktur cv amanda

10. Pernahkah ada prestasi yg dicapai oleh usaha tersebut?
     kini brownies kukus Amanda sudah memiliki puluhan cabang yang tersebar di berbagai kota. Dengan menawarkan lebih dari dua puluh varian produk, saat ini penjualan produk Amanda bisa mencapai ribuan kotak untuk setiap harinya di masing-masing cabang.
11. Apakah sistem manajemen yg dituju sampai sekarang?
     Marketing and Sales
Input :
          Data Pelanggan
          Data Pemesan
          Data Penjualan
          Biaya Penjualan
Output :
          Strtategi Penjualan
          Harga Produksi
          Pekerja yang dibutuhkan

12. Menurut anda, apakah usaha tersebut sukses?
Ya,kelebihannya diantaranya,
a.Integrasi dengan sistem lain lebih mudah’
b.Data selalu terupdate dan akurat
c.Manajemen perusahaan lebih mudah melakukan monitoring pada cabang-          cabangnya.

13. Apakah menurut anda, akan bertahan lama dan berkembang? Jelaskan alasan nya
      Ya ,karena CV Amanda terus berinovasi dengan produk brownies nya sesuai dengan perkembangan pasar dan tetap enak


analisis wirausaha


Saya akan menganalisis kinerja seorang pebisnis plastic ware ( wadah makanan atau minuman) dari lingkungan saya. Beliau adalah ibu,Umi. Dia sekarang berumur 43 tahun.Sedangkan suaminya berumur 45 tahun.Suaminya  bekerja sebagai pegawai kantor pajak. Beliau memiliki anak sebanyak 5 orang, 2 perempuan  4 laki-laki.Dan saya akan menjelaskan  analisis kerjanya .

I.                    9 aspek yang  dilakukan ibu Umi dalam usahanya, yaitu:

1.       Peluang    Usaha        Baru

Pengertian
Maksud dari peluang usaha baru adalah proses dimana seseorang atau sekelompok orang yang melakukan kerja usaha.Tujuan dari peluang usaha baru adalah untuk meningkatkan produktivitas. Dimana dalam peluang usaha baru ini ada beberapa aspek yang dilakukan oleh wirausahawati ini, diantaranya ialah:

-          Dalam usaha barunya, wirausahawati ini memakai uang pribadinya dalam membuka usaha tersebut dan modal tambahan dari suaminnya  untuk memulai
-          Dalam usaha yang beliau lakukan, beliau melakukanya bersama dengan membernya yang banyak sehingga semakin banyak pesanan semakin besar pendapatannya
-          Beliau tidak memiliki usaha lain selain penjualan plastic wear dan kemungkunan dapat diteruskan oleh anaknya yang perempuan.
-          Dalam usahanya beliau dibantu oleh anak-anak dan pembantunya sehingga lebih hemat biaya
-          Presansi  adalah siapa yang lakukan sebuah usaha. Yang melakukan kegiatan penjualan ini adalah beliau sendiri,karena ia juga tidak tahu akan berbisnis karena beliau dari bidang yang berlawanan yaitu bidang kesehatan.


2.      Pembiayaan
Pengertian

Pembiayaan adalah menyediakan sumber daya. Dimana dalam membangun suatu usaha harus membutuhkan biaya yang diperlukan
Ada satu aspek pembiayaan yang dilakukan bu Umi
a)   Pengeluaran dalam bentuk  material
      Pada saat beliau memulai bisnis penjualan plastic warenya membutuhkan Rp.225.000 untuk awal pendaftaran member, ia memulainya dengan modal uang. Dan uang untuk belanja dalam paket yang tersedia untuk menjual produk awal beliau menghabiskan Rp.3.500.000

3.      Pemasaran

Pengertian
     Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan atau juga bisa diartikan dengan proses penyampaian produk dari produser ke konsumen. Dalam pemasaran ada 4 unsur atau sering disebut 4P, diantaranya            ialah    :

1.      Price
Pengertian
price adalah pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan atau nilai produk.
      Nilai atau harga produk plastic ware yang dijual berkisar Rp.50.000 sampai ratusan ribu rupiah karena produk yang dijual adalah wadah plastic ware ternama dari tupperware jadi tidak heran kalau sedikit lebih mahal dari merk lainnya dan pastinya dari bahan yang berkualitas.
2.      Produk

     Produk yang dihasilkan adalah produk barang. Dan produknya tersebut mempunyai beberapa      macam              diantaranya:

-          Pan
karena merk tersebut tidak hanya menghasilkan plastic ware mereka juga menyediakan pan untuk memasak dengan tambahan wadah yang dapat digunakn untuk mengukus salain mengukus pan tersebut dapat digunakan untuk menggoreng juga merebus.

-          Steam Pan
Steam pan atau panci kukus ini terbuat dari stainless steel yang kuat dan juga memiliki warna silver yang cerah dan desain yang sangat disesuaikan sehingga konsumen dapat tertarik.

-          Lunch Box
Lunch box atau kotak makan siang ini terdapat bermacam – macan desain yang menarik dan selalu berubah setiap edisinya.

-          Tall Square Round
Tall square round adalah sebuah produk dimana ini adalah pengganti toples yang biasanya ibu –ibu rumah tangga gunakan yang mana mudah pecah namun dengan produk ini ibu-ibu rumah tangga dapat menggunakanya tanpa perlu khawatir karena produk ini terbuat dari bahan yang berkualitas dan tentunya plastic dari tupperware yang tidak mudah pecah.

-          Drink ware
Wadah tempat minum pun bermacam –macam dengan bentuk dan desain yang juga berbeda dan dapat ditujukan untuk anak-anak maupun sang ayah dan selalu diupdate setiap edisi sehingga konsumen tidak merasa bosan.

Barang atau produk-produk diatas akan selalu terupdate karena mereka dari tupperware selalu melakukan inovasi-inovasi terbaru yang mereka lakukan untuk membuat pelanggan tertarik dan pastinya barang atau produk-produknya tidak akan membuat pelanggan atau member-member nya bosan.

3.      Place
Pengertian
    Place adalah tempat dimana si penjual memasarkan produknya. Pada saat pertama sekali dia memasarkan produknya,

Dalam hal ini beliau memasarkan atau menjual produknya dari member ke member karena member beliau yang cukup banya sehingga akan selalu ada yang memesan dan beliau juga menjual di rumahnya.


4.       Promotion
Pengertian
   
promotion ini adalah dimana si penjual memperkenalkan produknya. Si penjual mempromosikan produknya melalui 2 cara, yaitu:

-          Dengan cara langsung
Beliau mempromosikan atau memperkenalkannya produknya melalui katalog –katalog yang di sediakan dan katalog tersebuta selalu terupdate setiap edisinya sehingga lebih menarik ditujukan kepada orang-orang sekitar atau orang diluar lingkungan rumahnya.

-          Dengan cara tidak langsung
Dalam hal ini beliau memperkenalkan kepada orang atau tamannya yang jauh dengan menggunakan teitter atau e-mail atau dapat di pesan dan ditawarkan melalui sms dan setiap ada orderan dari member-membernya beliau niasanya melayaninya dengan sms atau BBM (Blackberry messenger).



 Kepemilikan

Pengertian
    
Yang dimaksud dengan kepemilikan ini adalah hak pelaku untuk memanfaatkan sumber daya.
Dalam kepemilikan ada 3 bentuk dalam membuat sebuah bisnis, diantaranya ialah:

1)      Bentuk usaha   perseorangan
Pengertian
     Maksudnya adalah usaha tersebut hanya dipegang 1 orang. Dan jika ada masalah dalam usahanya, dia sendiri yang menyelesaikan masalah tersebut.

2)   Bentuk usaha  persekutuan
Pengertian
     Maksudnya adalah bentuk usaha dimana 2 orang atau lebih bekerja sama untuk       mendapatkan      keuntungan



3)   Bentuk   usaha   perseoran
Pengertian
     Maksudnya adalah usaha yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan pemilik juga mempunyai tanggung jawab yang terbatas

Dari ketiga bentuk kepemilikan tersebut, sang sang penjual  ini melakukan usahanya dalam bentuk usaha perseorangan. Walaupun perseorangan beliau tetap dibantu oleh anaknya jika ada pesanan produk yang harus diantrkan kepada orang yang            ada      disekitar          rumahnya.

5.       Sumber     Daya    Manusia
     Maksudnya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur     tertentu   dalam        kehidupan.
Ibu umi  ini dikenal baik dan ramah sehingga orang yang ditawarkan merasa nyaman dan tidak ada paksaan untuk membeli setiap produkya.
6.        Organisasi
     Yang dimasud dengan organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam hal ini, setiap member termasuk ibu Umi datang ke kantor cabang tupperware untuk menghadiri sebuah pertemuan, pertemuan ini dapat meningkatkan penjualan mereka karena setiap member diberikan motivasi agar mereka terus berkembang.

7.        Kepemimpinan
    
Kepemimpinan yang dia lakukan adalah mengajarkan kepada anak-anaknya berbisnis karena anak anaknya suka membantu beliau dalam mengantarkan barang sehingga anak tersebut dapat belajar dari ibunya dan juga beliau mengarahkan pembantunya dengan baik dalam mengantar setiap produk pesanan kepada member-member yang ada disekitar rumahnya.


8.       Evaluasi    Usaha
     Yang dimaksud dengan Evaluasi Usaha adalah Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha. Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi. Dalam evaluasi usaha yang dimilikinya, analisis sosial yang dimiliki dalam dirinya adalah:

1)      Evaluasi           lingkungan
    Evaluasi lingkungan yang beliau lakukan adalah biaya dan manfaat sosial. Jika beliau mendapat bonus besar, beliau mengamalkan uangnya ke masjid sekitarrumahnya. Dengan banyak beramal beliau berfikir semakin banyak sedekah rezeki akan terus mengalir dengan lancar.

2)       Etika sikap dan etika bisnis yang dia miliki, sangat bagus. beliau sangat ramah dengan masyarakat sekitar beliau jug adengan ramah menawarkan produknya dan merekrut member nya dengan ramah tanpa paksaan sehingga calon pembeli atao member yang ingin membeli atau yang ingin bergabung berjualan seperti beliau merasa nyaman.

9.        Pengembangan  Usaha
     
Yang dimaksud dengan pengembangan usaha adalah proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha.
   
       Dan menurut ibu Umi ,beliau menjelaskan bahwa perkembangn usahanya sampai saat ini masih berjalan dengan baik,dan terkenalnya produk tupperware nya pun dapat meningkatkan pejualan beliau karna variasinya,desain serta kegunaanya yang peraktis membuat konsumennya tertarik terutama dikalangn ibu-ibu.
Dalam pengembangan usaha, dia mempunyai beberapa tingkat yang dia lakukan dalam      mengembangkan        usahanya,                    diantaranya:

1)      Dari     tingkat              Produk
     Sekarang ini tingkat produk yang beliau miliki, semakin bertambah. Karena tupperware selalu menyediakan produk-produk yang berkualitas dan dibuat sesuai kebutuhan ibu-ibu masa kini sehingga produk selalu terupdate dan baru.

2)      Dari     tingkat               Komersial
     Jika dalam bisnis nya beliau mendapat masalah beliau akan memikirkan bagaimana agar bisnisnya terus berlangsung dan tidak berhenti


II.                  Penjelasan                        dari     kesuksesan     usaha

1)      Kebutuhan     Pokok Ibu       Umi

    
Dari kebutuhan pokok ini, ada 5 bagian yang dialami oleh ibu Umi

a)         Kebutuhan        papan

         Pada saat ini, beliau sudah menempati rumah  sendiri, dan tidak menyewa. Karena dari pendapatan suaminya pun cukup untuk memiliki sebuah rumah. Ka sebelum dia mengikuti penjualan plastic ware ini beliau hany ibu rumah tangga biasa yang merawat anak-anaknya, dan rumah yang beliau tempati bersama keluarganyapun cukup besar.

b)          Kebutuhan       sandang

         Kebutuhan sandang yang ada dan telah mereka miliki telah tercukupi dan tidak ada yang kurang karena penghasilan bu umi sudah besar begitu pula dengan penghasilan yang dimiliki oleh suaminya.

c)       Kebutuhan           pangan

      Dari kebutuhan pangan, ini sudah termasuk dalam makanan mereka sehari-hari. Makanan mereka seperti keluarga lain hanya saja lebih lengkap dengan tambahan buah-buahan sebagai pencuci mulut. Karena dari awal, mereka adalah orang yang bisa dikatakan orang yang mampu,dan penghasilan dari suaminya pun juga mencukupi mereka jarang merasa kekurangan makanan sehari-hari atau kebutuhan selama kegiatan penjualan plastic warenya.

d)       Kesehatan

       Dari yang dilihat sekarang ini, kesehatan mereka masih dalam keadaan baik. Keadaan ibu Umi ,suami,beserta anak-anaknya masih dalam     keadan        baik.  Penyakit yang pernah mereka alami hanya terserang flu,batuk ataupun demam yang disebabkan oleh perubahan cuaca.



e)            Pendidikan

      
Pendidikan ibu Umi  sampai Kuliah di Universitas Indonesia Fakultas MIPA. Dan beliau pernah mengenyam bangku SMK  Dan waktu beliau di SMK, beliau mengambil jurusan farmasi. .Ibu Umi juga pernah bekerja di sebuah apotek ,tentu saja itu sesuai bidangnya tetapi beliau memilih berbisnis berjualan tupperware sampai saat ini ,dari bidang yang sangat bertolak belakang dari dunia kesehatan ke dunia usaha namun dengan ketekunannya hal itu tidak sia-sia dan mungkin ini adalah keputusan yang tepat karena dengan berjualan tupperware dan dengan member-member beliau yang banyak, beliau mendapat penghasilan yang tinggi saat ini beliau menyekolahkan sebagian anaknya di Lampung dan kebanyakan dari mereka disekolahkan di madrasah mungkin karena dari background keluarganya yang dikenal religius sehingga mereka masuk madrasah dan sebagian anak di sekolahkan di Depok dikarenakan ketidakmauan anaknya bersekolah di Lampung.



2)      Masalah          hutang

    
Dalam hal ini ,beliau tidak membicarakan dengan jelas  mungkin karena hal ini adalah masalah pribadi yang tidak perlu diberitahukan kepada orang lain.

3)       Orang yang membantu

   Terdapat orang yang membantu Ibu Umi dalam mengerjakan penjualan dan penyediaan produk produknya mereka adalah anak-anaknya dan pembantunya dengan hal ini ia meminta tolong dengan santun dan baik ,dengan begini anak-anaknya dapat belajar bewirausaha dan kegiatan ini dapat diteruskan.



4)      Gaya Hidup
Yang saya lihat gaya hidup keluarganya sampai sekarang masih sejahtera dan tidak ada masalah yang terjadi dalam keluarganya. Gaya hidup mereka juga sangat baik, dan benar-benar seorang yang bependidikan. Anak-anaknya juga tidak ada masalah dengan orang tuanya.

Rabu, 26 Juni 2013

Kelompok 9 PENGEMBANGAN USAHA

I.KONSEP

PENGEMBANGAN USAHA

         Pengembangan usaha adalah ” Tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha “ .

Sedangkan untuk usaha yang berskala besar dan mapan , terutama di bidang teknologi industri yang terkait “Pengembangan usaha” istilah yang sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain, perusahaan pihak ketiga.

Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan satu sama lain keahlian , teknologi atau kekayaan intelektual untuk memperluas kapasitas mereka untuk mengidentifikasi, meneliti, menganalisis dan membawa ke pasar bisnis baru dan produk baru, pengembangan bisnis berfokus pada implementasi dari rencana bisnis strategis melalui ekuitas pembiayaan, akuisisi / divestasi teknologi, produk, dan lain – lain .                         


   II.        DEFINISI PENGEMBANGAN USAHA

          Pengembangan Usaha adalah Tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang prtumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan strategi dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha.
Sedangkan untuk usaha yang besar terutama di bidang teknologi industri Pengembangan Usaha adalah istilah yang sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain.
Ada beberapa definisi pengembangan usaha menurut para ahli, diantaranya:
Mahmud Mach Foedz

Perkembangan usaha adalah perdagangan yg dilakukan oleh sekelompok orang yg terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Brown dan Petrello

Pengembangan Usaha adalah suatu lembaga yg menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan masyarakat.apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnispun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.


Steinford

Pengembangan Usaha adalah aktifitas yg menyediakan barang atau jasa yg diperlukan oleh konsumen yg memiliki badan usaha, maupun perorangan yg tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti, pedagang kaki lima yg tidak memiliki surat izin tempat usaha.

Hughes dan Kapoor

Pengembangan usaha ialah suatu kegiatan usaha individu yg terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang jasa guna mendapatkan keuntungan.


Mussleman dan Jackson

Pengembangan usaha  adalah suatu aktifitas yg memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan di organisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.

Allan Affuah

Pengembangan usaha merupakan sekumpulan aktiftas yg dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasi berbagai sunber daya menjadi barang/jasa yg diinginkan konsumen.


Glos, Steade dan Lawry

Pengembangan usaha adalah jumlah seluruh kegiatan yg diorganisir oleh orang2 yg berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yg menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.


Huat, T Chwee

Menurut Huat,T Chwee pengertian pengembangan usaha itu ada 2 yaitu :

Pengembangan usaha dalam arti yg luas adalah istilah umum menggambarkan semua aktifitas dan institusi yg menproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehaari – hari.

Pengembangan usaha adalah sekumpulan uang kecil yg dikelolah sekumpulan orang banyak sehingga berubah menjadi barang nyata.

III . UNSUR PENGEMBANGAN USAHA
     Adapun unsur – unsur penting dalam mengembangkan usaha ada 2 unsur yaitu :
 1. Unsur yang berasal dari dalam ( pihak internal ) :
1. Adanya niat dari si pengusaha  / wirausaha  untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.
2. Mengetahui teknik memproduksi barang seperti berapa banyak barang yang harus diproduksi , cara apa yang harus digunakan untuk  mengembangkan barang / produk , dan lain – lain.
3. Membuat anggaran yang bertujuan seberapa besar pemasukkan dan pengeluaran produk .

2. Unsur dari pihak luar ( Pihak eksternal) :
1. Mengikuti perkembangan informasi dari luar usaha.
2. Mendapatkan dana tidak hanya mengandalakan dari dalam seperti meminjam dari luar.
3. Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang baik / kondusif untuk usaha .
4. Harga dan kualitas ialah unsur strategi yang paling umum ditemui. Strategi ini bisa digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa berkualitas prima dan harga yang sesuai atau menghasilkan barang berbiaya rendah dan menjualnya dengan harga yang murah pula.
5.  Cakupan jajaran produk

 Suatu jajaran produk atau jasa yang bervariasi memuungkinkan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam satu tempat saja. Hal ini juga bisa mendorong perekonomian yang pada gilirannya akan memberi untung pada konsumen. Namun sebaliknya, sebuah jajaran produk yang sedikit memungkinkan Anda untuk menggali potensi produk tersebut dengan lebih dalam, mungkin termasuk banyak alternatif untuk jenis produk yang sama. Variasi produk yang sedikit juga bisa disandingkan dengan keahlian yang seksama.
Sedangkan Kreativitas merupakan salah satu unsur penting yang perlu dijadikan sebagai salah satu karakter dalam mengelola bisnis. Kreativitas akan memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan sebuah bisnis usaha. Usaha bisnis sangat perlu dikelola secara kreatif oleh pemiliknya dalam segala aspek,mulai dari ide dan produksi.

CARA PENGEMBANGAN USAHA

1. Fokus pada satu produk atau jasa, lalu pasarkan, promosikan, jual , lakukan tindakan apapun untuk meningkatkan penjualan. Walaupun ada hasrat untuk melakukan bisnis dengan menjual multi produk atau multi jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar, namun seringkali focus pada satu atau dua produk dan melakukannya dengan sangat baik akan mengurangi risiko dan lebih menguntungkan.
2. Kembangkan lini produk untuk melengkapi produk dan jasa yang sudah ada. Pada saat produk anda terbukti banyak pembelinya, jangan lalai untuk mengambil peluang dari produk yang relevant untuk mendiversifikasi lini produk. Hal ini tidak saja akan memberikan variasi produk, tapi juga akan menarikan bagi pembeli retail yang bertipe suka mengkonsumsi produk yang beragam namun masih satu lini.
3. Carilah Cara untuk meningkatkan penjualan kepada pelanggan yang sudah pernah mencoba produk anda. Akan lebih murah untuk melakukannya. Walaupun kamu tidak dapat mengembangkan lini produk, kamu dapat meningkatkan pendapatan dengan cara Volume Discount. Contoh : membeli satu dapat dua, kartu discount kunjungan. Teknik ini dapat juga di gunakan pada Home Based Business.
4. Mulailah untuk memperkerjakan seseorang, karyawan partimer, kontraktor independent, pegawai lepasan (freelancer) ataupun keluarga. Hal ini bukan saja akan meringankan casflow dengan cara menyesuaikan biaya dengan level pekerjaan yang ada, namun juga dapat menggunakan tenaga kerja yang berkompeten, yang mungkin kamu tidak sanggup memperkerjakan secara full time.
5. Membuat website untuk mengiklankan perusahaan secara online. Sekarang tidak perlu lagi membuka took untuk menjaring pelanggan retail. Untuk pemasar produk special: buku2 langka dan barang-barang koleksi, Toko online akan membawa kamu untuk memperoleh jutaan pelanggan tanpa membayar sewa, utility dan koleksi-koleksi tak berharga. Pengembangan website sendiri dengan hanya Rp.300.000 per bulan tanpa pengetahuan teknis. Perusahaan yang membantu anda untuk mendaftarkan Domain Anda akan menyediakan Template Online, Hosting Website diserver menyediakan beberapa alamat email.
6. Join dengan pemilik bisnis lain untuk mempromosikan bisnis anda. Berpartner dengan pemilik bisnis yang masih related adalah salah satu tehnik marketing yang termurah dan termudah.
7. Mulai memasarkan ke pasar yang lain. Bila target pelanggan kamu adalah remaja, mulailah arahkan kepada mahasiswa. Kalau target market anda adalah ibu2 pekerja. Strategi yang lain adalah dengan menggunakan produk berorientasi retail dan menjualnya secara wholesale. Contoh, Catering yang menjual makanan ringan misalnya menjual kue-kue kering dan basah, dan dapat menghubungi perusahaan kue local untuk menjual kepadanya secara wholesale. Walaupun harga yang ditetapkan lebih murah, namun akan memperoleh pendapatan yang lebih konsisten.


8. Carilah cara baru dan berbeda untuk memasarkan bisnis anda melalui Email Newsletter atau menjadi pembicara tamu atau pembicara di suatu instansi. Pada dasarnya memasarkan bisnis tidak perlu menggunakan media yang membutuhkan biaya mahal untuk memasang iklan, kita dapat menggunakan Teknologi Informasi yang mulai berkembang diantaranya seperti Blog, informasi melalui Face Book, dan lain-lain.
9. Kembangkan ke lokasi lain. Ini bisa dengan menyewa Virtual office di Pusat Bisnis atau Menyewa bersama pemilik UKM lainnya. Ada peluang untuk mendirikan kantor sementara, ketika anda membutuhkan suatu pengembangan tertentu. Seperti menyewa Temporary Office dll.
10.Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis anda dengan jalan Waralaba atau Peluang Bisnis.
TINGKATAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA
  
1.Tingkat Produk .
Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan produk atau teknologi baru.
Meskipun tingkat pengembangan dapat berbeda dari perusahaan ke perusahaan.Tingkat perkembangan usaha  dibagi menjadi satu kategori yaitu :
* Perkembangan incremental
Perkembangan Incremental adalah perkembangan yang meningkatkan fungsi yang ada platform atau teknologi, sementara pengembangan mengganggu atau terputus-putus benar-benar  hal baru yang dikembangkan dari awal.Misalnya dari pembangunan berkelanjutan adalah tambahan ekstensi untuk produk yang sudah ada seperti baru baru ini untuk sampo, kamera digital dengan pixel 5MIO untuk ponsel.Dalam kedua kasus platform ponsel, shampo dan mobile tetap sama.

2.  Tingkat Komersial .
         Dalam contoh bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial berarti prospeksi murni et Dur. Ini berarti berburu pelanggan baru di segmen pasar yang baru.  Dengan    demikian pekerjaan ini memerlukan individu secara psikologis yang kuat dan yang sangat didorong mampu menangani banyak masalah.Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial  adalah saluran  atau    setup organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat terdiri dari mitra , agen  seperti, distributor, pemegang lisensi,franchisee, atau cabang anda sendiri nasional atau internasional.Dan  terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat  rantai nilai.
Pada  pengembangan rantai nilai tingkat usaha adalah tentang mengembangkan penawaran produk secara keseluruhan akan menemukan jenis pengembangan usaha /  bisnis di perusahaan – perusahaan teknologi yang telah  mengembangkan platform yang harus diintegrasikan atau  dikombinasikan dengan teknologi lain atau platform untuk membentuk seluruh produk.  Sebuah seluruh  produk umumnya terdiri dari beberapa teknologi untuk membuatnya menjadi hidup.Sebuah teknologi pada umumnya tidak dikembangkan oleh satu perusahaan tapi bersumber dari orang lain yang bertujuan untuk menghemat waktu dalam proses usaha .
3.  Tingkat Korporasi .
           Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau membeli kompetensi organisasi tertentu Kemudian memasuki bidang pengembangan bisnis perusahaan . Fokusnya adalah bukan pada produk maupun komersial tingkat tetapi pada korporasi tingkatan usaha.
4.Tingkat keamanan dalam proses penjualan barang
    Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan memiliki kualitas yang baik.

Aspek – Aspek Yang Diperhatikan Dalam Mengembangkan Usaha
Pengembangan usaha yang terdiri dari aspek strategi , manajemen pemasaran, dan penjualan, seperti :
1.Aspek strategi
a.Meneliti jenis usaha baru dengan penekanan pada mengidentifikasi kesenjangan (yang ada dan / atau diharapkan) oleh konsumen .
b.Menciptakan pasar baru .
c.Menciptakan produk baru dengan karakteristik yang menarik konsumen

2.Aspek manajemen pemasaran
a.Menembus dan menguasai pangsa pasar .
b.Mengolah situasi / peluang  pasar yang ada dengan teliti.
c.Memasarkan produk dengan jaringan yang luas  seperti impor produk ke luar negeri.
d.Membuat strategi pemasaran yang dapat membuat konsumen membeli produk kita , seperti memasang iklan , brosur, dan lain-lain.
3.Aspek penjualan
a.Memberikan saran tentang perancangan dan menegakkan kebijakan penjualan dan proses tindak lanjut penjualan .
b.Banyak volume produk yang akan dijual.

IV .  Masalah-masalah dalam suatu Pengembangan Usaha
Adapun analisa masalahnya adalah

1.         Faktor kurangnya permodalan.
         Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi

2.         Kesulitan dalam pemasaran produk .
 Kesulitan memasarkan produk dapat berakibat berlebihnya penyimpana prodik di gudana atau over produk. Sehingga tidak ada pemasukkan bagi si pengusaha.

3.         Persaingan usaha yang semakin ketat .
Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para pengusaha bersaing dengan pengusaha lainnya , hal ini jika tidak diantisipasi maka pengusaha yang kalah bersaing akan mengalami gagal produk .

4.         Kesulitan bahan baku .
 Kesulitan dalam bahan baku adalah faktor yang sangat vital dalam proses pengembangan usaha . Jika tidak ada bahan baku maka akan dipastikan secara perusahaan tidak bisa melakukan kegitan usahanya.

5.         Kurangnya keahlian teknis dan tenaga ahli.
Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.
Ia mencontohkan PT Astra International Tbk. Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia, sehingga apa pun bisnis Astra, dapat berkembang. "Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil. Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih," kata Poltak dalam Enterpreneur Festival di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.

6.    Pemasaran
      Bargaining Power pengusaha kecil dalam berhadapan dengan pengusaha besar selalu lemah, utamanya berkaitan dengan penentuan harga dan system pwmbayaran, serta pengaturan tata letak produk usaha kecil di department store dan supermarket.
Asosiasi pengusaha atau profesi belum berperan dalam mengkoordinasi persaingan tidak sehat antar usaha sejenis.
Informasi untuk memasarkan produk di dalam maupun di luar negeri masih kurang, misalnya tentang produk yang diinginkan, siapa pembeli, tempat pembelian atau potensi pasar, tata cara memasarkan produk serta tender pekerjaan utamanya pada usaha jasa.

7.    Bahan Baku
            Supply bahan baku kurang memadai dan berfluktuasi, antara lain karena adanya kebijakan ekspor dan impor yang berubah-ubah, pembeli besar yang menguasai bahan baku,keengganan pengusaha besar untuk membuat kontrak dengan pengusaha kecil
Harga bahan baku masih terlalu tinggi dan berfluktuasi karena struktur pasar bersifat monopolistik atau dikuasai pengusaha pasar.
Kualitas bahan baku rendah, antara lain karena adanya standardisasi dan manipulasi kualitas bahan baku.
Sistem pembelian bahan baku secara tunai menyulitkan pengusaha kecil, sementara pembayaran penjualan produk umumnya tidak tunai.


8.    Teknologi
           
         Tenaga kerja terampil sulit diperoleh dan dipertahankan, antara lain karena lembaga pendidikan dan pelatihan kurang dapat menghasilkan tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha kecil.
Akses dan informasi sumber teknologi masih kurang dan tidak merata, sedangkan upaya penyebarluasan masih kkurang gencar.
Spesifikasi peralatan yang sesuai dengan kebutuhan (teknologi tepat guna) sukar diperoleh.
Lembaga independent belum ada dan belum berperan, khususnya lembaga yang mengkaji teknologi yang ditawarkan oleh pasar kepada pngusaha kecil, sehingga teknologi ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimum.
Peranan instansi pemerintahan, non pemerintahan dan perguruan tinggi dalam mengidentifikasi, menemukan, menyebarluaskan dan melakukan pembinaan teknis tentang teknologi baru atau teknologi tepat guna bagi pengusaha kecil masih kurang intensif.

9.    Manajemen
             Pola manajemen yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan usaha sulit ditmukan, antara lain karena pengetahuan dan manajerial skill pengusaha kecil relative rendah. Akibatnya, pengusaha kecil belum mampu menyusun strategi bisnis yang tepat.
Pemisahan antara manajemen keuangan perusahaan dan keluarga atau rumah tangga belum dilakukan, sehingga pengusaha kecil mengalami kesulitan dalam mengontrol atau mengatur cash flow, serta dalam membuat perencanaan dan laporan keuangan.

10.    Birokrasi
             Perizinan tidak transparan, mahal, berbelit-belit, diskriminatif, lama dan tidak pasti, serta terjadi tumpang tindih vertical (antara pusat daerah) dan horizontal (antar instansi daerah).  Penegakan dan pelaksanaan hukum dan berbagai ketentuan masih kurang serta cenderung kurang tegas.  Pengusaha kecil dan asosiasi usaha kecil kurang dilibatkan dalam perumusan kebijakan tentang usaha kecil.  Pungutan atau biaya tambahan dalam pengurusan perolehan modal dari dana penyisihan laba BUMN dan sumber modal lainnya yang cukup tinggi.  Mekanisme pembagian kuota ekspor tidak mendukung busaha kecil untuk mampu mengekspor produknya.  Banyak pungutan yang seringkali tidak disertai dengan pelayanan yang memadai.

11.    Infrastruktur
           Listrik, air dan telepon bertarif mahal dan sering menghadapi gangguan disamping pelayanan petugas yang kurang baik.
Kurangnya prasarana yang memadai seperti jalan, listrik, telepon, air, serta fasilitas penanganan limbah dan gangguan.


12.    Kemitraan
     Kemitraan antara usaha kecil dan usaha menengah dan besar dalam pemasaran dan sistem pembayaran, baik produk maupun bahan baku, dirasakan belum bermanfaat.
Kemitraan antara usaha kecil dengan usaha menengah dan besar dalam transfer teknologi masih kurang.

13.     Pengembangan Produk
Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan diterjuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk "demand driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.
Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk penting untuk keberlangsungan perusahaan.

14.     Memetakan Kompetisi
            Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi.
Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. "Kodak penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu," kata analis pasar modal ini.

15.     Permintaan
          Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan. Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat
ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.

16.     Pricing
Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau. Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat kemasan sachet.
"Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal," katanya.






17.     Siklus Penjualan
        
         Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru. Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia. "Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak terbuka seperti Android," katanya.


18. Pengelola berbeda dalam usaha
      Contoh jika dalam usaha bersama antar pengelola membuat fungsi dan hak dalam menjalankan roda usaha ,sering terjadi berbeda pandangan dalam mengambil keputusan.


19. Stok
      Dalam usaha perdagangan eceran atau grosir jika membeli stok yang lokasinya jauh dari tempat usaha sering terjadi keterlambatan dan membuat stok kurang lengkap dan dapat menghambat pemasukan.

20.  Biaya Awal
      Biaya awal yang tinggi adalah biaya untuk operasional dan perputaran awal .bisa diartikan bahwa belum ada strategi keuangan dalam pengertian improvisasi anggaran dan belanja.






V . SOLUSI

1 .    Modal dapat diperoleh bukan hanya dari dalam tetapi bisa juga dari luar seperti dari pinjaman bank , hibah , dan sebagainya.

2.    Membuat saluran pemasaran yang luas seperti memasarkan barang tidak hanya di dalam negeri saja tetapi jika bisa diekspor ke luar negeri. Dengan begitu produk kita akan mlebih mudah dikenal oleh masyarakat .

3.    Menerapkan strategi usaha diantaranya seperti yang telah dibahas sebelumnya seperti menerapkan strategi penjualan contonhnya membuat diversikiasi produk , menemukan produk baru dan sebagainya.

4.    Membuat lokasi usaha dengan mempertimbangkan mudahnya memperoleh suatu bahan baku untuk mengembangkan usaha atau dengan kata lain memilih lokasi yang strategis dalam usaha.

5.   Merekrut tenaga ahli dengan cara melakukan seleksi yang ketat kepada calon pelamar di perusahaan anda , dengan demikian anda bisa mendapatkan tenaga yang benar – benar ahli dibidangnya .





DAFTAR PUSTAKA


harrisfadilah.wordpress.com/2012/04/17/pengembangan-usaha/
achmadfarismuharam.blogspot.com/2012/11/pengembangan-usaha.html‎
www. Entrepreneur.com
Sulaeman, Suhendar. 2004. Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Dalam Menghadapi Pasar Regional dan Global, Jakarta.
http://rajapresentasi.com/2012/03/cara-mengembangkan-kreativitas/
www.psychologymania.com
Id/Wikipedia.com
Nasution, Darma Putra. 2001. Pengembangan Wirausaha Baru. Penerbit : Yayasan Humoniora & Asian Community Trust (ACT), Medan.